
Langit merah kota itu menyisakan sesuatu untukku
Dia sempat menyambutku berair mata pada sebuah pagi
Dia menemaniku menyusuri kota yang tidak pernah ingin kudatangi
Dan dia juga yang melambaikan tangan saat aku beranjak pergi
15. June 2009

Surga itu ada di dalam jiwa ku……
Tentang bagaimana aku mau dan mampu menerima diriku apa adanya seburuk apapun………
Sejujur dan seramah mungkin….
Tentang bagaimana aku mau dan mampu melapangkan dadaku menerima apa yang menjadi takdir hidupku…. (more…)
Continue reading...15. June 2009

Sepanjang jalan ini…..
Terlihat jelas sikapku tlah lukai ketulusan batinmu….
Tlah lukai rasa yang kau curahkan dalam kepedihan jiwamu bertahan…..
Ketaksempurnaanmu menutup mataku akan keajaiban di balik semua yang engkau berikan padaku…..
Continue reading...15. June 2009

Ingin….
Tak lagi ingin….
Dijalani….
Disesali….
Ku datangi….
Kekosongan….
Continue reading...15. June 2009

Engkau sedang berbicara padaku…
Dengan bahasa yang sungguh aku belum mengerti…
Dengan kalimat yang tak sanggup ku apresiasi…
Aku resah aku gelisah…
Aku tersakiti karenanya… (more…)
15. June 2009

Aku mencintaimu….
Entah berapa kali terucap kata itu…
Dalam dukaku… dengan sakitku…
Saat sukaku…
Ketika aku sangat terpuruk dengan rapuhku…
Ketika aku begitu bahagia dengan hidupku…
Aku mencintaimu… (more…)
Continue reading...15. June 2009

Pekat malam semakin merapat… semakin pekat…
Dingin malam semakin erat mencengkeram… semakin sesak..
Jatuh bangun… jatuh bangun… jatuh… lalu bangun lagi…
Bagaimana bisa aku berjalan tanpa cahaya…
Dalam cekaman dingin yang badanku teramat takut menjumpainya…
Memelukku melumat-lumatinya beringas seperti jalang…
Hanya ada tiang listrik dan jalanan beku… (more…)
27. June 2009
2 Comments