Aku jadi tergelitik untuk menguprek-uprek kata itu. “Paradoksal”. Berawal dari baca mukadimah kolom essay sebuah koran dimana penulisnya merepresentasikan keparadoksalan pada sebuah rokok. Berhubung telingaku agak sensi mendengar kata “rokok” gara-gara dekanat menolak permohonan mati-matianku (lebai…) untuk me-ACC tawaran sebuah produk rokok menjadi sponsor tim basketku, alhasil aku jadi menyimak dengan serius wacana itu. Benar juga, [...]
Continue reading...Monday, June 15, 2009
Engkau sedang berbicara padaku… Dengan bahasa yang sungguh aku belum mengerti… Dengan kalimat yang tak sanggup ku apresiasi… Aku resah aku gelisah… Aku tersakiti karenanya…
Continue reading...
Tuesday, June 16, 2009
0 Comments