
Sedikit aneh sebenarnya dengan judul itu, hanya saja aku benar-benar ingin menulis malam ini. Mengeluarkan banyak konten otakku yang rasanya semakin sempit oleh huruf-huruf yang terangkai menjadi keyword-keyword menyakitkan nan mematikan.
Malam ini sama seperti malam-malam kemarin. Sendirian di kostan tanpa seorangpun teman kecuali hujan. Kesendirian yang meluangkan banyak waktu untukku me-review kejadian hari ini yang benar-benar menguras habis energi hati. Oh Tuhan…….
Tiba-tiba semangatku melumpuh sejak kemarin. Gara-gara listrik padam aku memutuskan untuk menghabiskan seharian waktuku bersauna asap roko di warung kopi belakang MIPA bersama anak-anak Ekspresi dari Jogja yang kebetulan bertandang ke Tegalboto. Berlajut sisa sore yang aku habiskan dibawah guyuran air hujan untuk mengantarkan salah satu adikku menyelesaikan kepentingannya. Dan hasilnya adalah sebuah pertarungan melawan malam berteman bronchitis dan kenangan. What a bad day?!
Sebenarnya ada sebongkah semangat yang mampu aku gali ketika membuka mata tadi pagi, bahwa hari ini aku bisa menyelesaikan banyak hal bersama skripsi yang sudah siap diuji. Namun ternyata aku memang manusia yang bisanya cuma berencana, dosenku itu mengingkari janjinya dan meninggalkanku begitu saja karena ada tes kelayakan di UPT Bahasa guna persiapan dibukanya Magister jurusanku padahal sepagian kuhabiskan waktuku untuk menunggunya.
Saat itu aku benar-benar ingin lari ke dunia maya dan meluapkan segalanya sebagaimana biasa. Namun ternyata tempat pelarian yang biasanya paling nyaman itupun sedang tidak bersahabat, bahkan ia jauh lebih bengis menikam segala rasa yang aku sudah tak tau lagi bentuknya seperti apa. Tak lama setelah itu malahan aku harus mendapati kabar si Landi adik laki-laki kesayanganku menjalani rawat inap karena terserang demam bedarah yang belakangan memang sedang mewabah. Perih hatiku menyaksikan laki-laki paling tegar dan paling ramah yang pernah kutemui itu bahkan tak punya keinginan bersapa dan memberikan senyumnya karena ia merasa lelah dengan segala nasib yang memberondongnya belakangan ini. Panas yang membakar sepanjang perjalanan pulangku dari rumah sakitpun seakan berusaha mati-matian menghanguskan segala asa yang tersisa untuk hari ini.
Untung saja aku bertemu Mika yang mengajakku ke toko buku dan membelikanku buku tentang menulis dan membuat web, sesuatu yang sedang aku gilai saat ini. Membuatku meninggalkan sejenak segala yang berbau skripsi dan berkutat dengannya hingga malam ini. Entahlah, aku hanya tau aku ingin mencari semangat entah bagaimana caranya. Aku tidak ingin menghabiskan waktu hanya dengan melamun dan berkutat dengan kepedihan yang entah ujungnya ada dimana. Walaupun aku tak menyentuh skripsi sama sekali malam ini, aku sedang berusaha setengah mati menumbuhkan semangat untuk menuntaskannya. Awal bulan yang tidak begitu indah menurutku, namun semoga untuk akhir yang menakjubkan. Dengarlah pintaku TUHAN. Karena aku percaya padaMU lebih dari apapun, kepercayaan yang mampu membuatku bertahan hingga saat ini. Kuatkan aku jalani hidupku tetap di jalanMU. That’s all…………..
untuk fay
Mengeluh itu manusiawi, seperti peluh yang tak mampu kita bendung ketika energi diri terkuras dan tersengat panas. Jangan malu lagi untuk mengeluh, apalagi kepada aku sahabatmu.



February 2nd, 2010 at 4:27 am
semoga dengan menulis mengurangi beban yang memberat di benak
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 19th, 2010 at 12:54 pm
yup… semoga…
[Balas]
February 2nd, 2010 at 7:24 am
one only word I can say..
thank you and I love you..
aku membayangkan kamu menyanyikan lagu ini untukku..
Where is the moment we needed the most
You kick up the leaves and the magic is lost
You tell me your blue skies fade to grey
You tell me your passion’s gone away
And I don’t need no carryin’ on
You stand in the line just to hit a new low
You’re faking a smile with the coffee to go
You tell me your life’s been way off line
You’re falling to pieces everytime
And I don’t need no carryin’ on
Because you had a bad day
You’re taking one down
You sing a sad song just to turn it around
You say you don’t know
You tell me don’t lie
You work at a smile and you go for a ride
You had a bad day
The camera don’t lie
You’re coming back down and you really don’t mind
You had a bad day
You had a bad day
Well, you need a blue sky holiday
The point is they laugh at what you say
And I don’t need no carryin’ on
Sometimes the system goes on the blink
And the whole thing turns out wrong
You might not make it back and you know
That you could be well oh that strong
And I’m not wrong (ahhh…)
So where is the passion when you need it the most
Oh, you and I
You kick up the leaves and the magic is lost
sekali lagi. I’m so thankful to have a friend like you..
it means so much..;)
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 19th, 2010 at 12:55 pm
i love you fay….
[Balas]
February 3rd, 2010 at 10:47 am
will Be Fine Jika Kita Selalu Berfikir akan berhasil.. walau banyak yang menghadang..
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 19th, 2010 at 12:55 pm
ehhmmm…. metuek kon arek iki.. hahahhaha
[Balas]
February 4th, 2010 at 3:53 am
dan yang paling nikmat adalah meluapkan semuanya di hadapan Allah, sang penggenggam hati manusia….
bahkan Dia akan semakin mesra jika kita bisa menangis di hadapanNya…
ya, memang itu manusiawi, asal tidak berlama-lama saja, karena masih banyak hal yang bisa kita lakukan selain meratapi semua yang terjadi
salam kenal dari Mbak Oyen
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 19th, 2010 at 12:55 pm
salam kenal balik oyen….
[Balas]
February 6th, 2010 at 1:03 am
dunia ini memang kejam, jd qta jg hrs kejam terhadap dunia..
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 19th, 2010 at 12:56 pm
gagh ah… aku bukan orang kejam… kutir aja.. ceriaselamanyah gag ikut ikut… hehehe..
[Balas]
February 8th, 2010 at 12:34 am
Apa lah adanya beda antara keluh dan teduh.
Keluh yang buat ada-adanya teduh dari hujam-hujam tajam nama duri.
Keluh yang buat ada-adanya teduh dari basah-basah hujan nama awan.
Keluh yang buat ada-adanya teduh dari panas-panas merah kuning nama matahari.
Apa lah adanya beda antara peluh dan teduh.
Peluh yang buat ada-adanya teduh dari kering-kering besisik nama kulit.
Peluh yang buat ada-adanya teduh dari kosong-kosong angin nama perut.
Peluh yang buat ada-adanya teduh dari dingin-dingin hitam putih nama bulan.
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 19th, 2010 at 1:00 pm
pecinta ayu utami sedang berbicara… hheehee
[Balas]
DariSebuahNama Reply:
February 19th, 2010 at 3:46 pm
@Ceriaselamanyah, Waaaahhhhh Mbk Nurul…..Ketularan virus Mbak Fay nehhhhhh….
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 20th, 2010 at 3:42 am
bukan ketularan.. tapi kita sepaham…
penulis yang sudah best seller macam ayu itu pasti punya karakter tulisan.
aku habis saman ma bilangan fu..
fay malah tergila2 ma larung…
ya itu kebaca di tulisanmu..
DariSebuahNama Reply:
February 20th, 2010 at 11:16 am
@DariSebuahNama, Weh….padahal aku belum baca yang larung, koq dibilang kayak Larung ya..hehe.. Soalnya aku belum baca yang Saman. Yang larung kan lanjutannya saman…
[Balas]
Ceriaselamanyah Reply:
February 21st, 2010 at 10:30 am
tapi bahasa yang dipake ayu sama aja.. ya kayak gtu2 itu… kayak pram dalam tetralogi burunya… kayak dewi lestari dalam, supernova, perahu kertas, akar… kayak andrea hirata di tetralogi laskar pelanginya…
soalnya tiap penulis tu punya karakteristik ndiri2. nulis apapun, karakternya kliatan ngunu lho.
dan biasanya newbie tu cenderung kebawa sama penulis yang pertama kali atau sangat diidolakannya… hehe…
[Balas]